Bilingual 

article

Pemerintah Batasi Waralaba 100 - 150 Gerai

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan tertanggal 24 Agustus 2012 menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Waralaba. Peraturan ini membatasi gerai waralaba milik sendiri (company owned unit) hanya 100-150 unit. Permendag baru ini merevisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/ 8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba dan pengaturan gerai company owned, sekaligus untuk menertibkan waralaba nasional agar tidak didominasi oleh pengusaha tertentu atau pemodal besar....
more »

4 CARA MENINGKATKAN PENJUALAN

Tiga 4 cara utama untuk meningkatkan penjualan
Ada 4 cara utama untuk meningkatkan penjualan outlet, tinggal kita menetapkan berapa besar prosentase kenaikan yang kita inginkan dari masing-masing variable yang mempengaruhi penjualan. Ketiga cara tersebut adalah :
1.    Meningkatkan jumlah prospek yang potensial menjadi pelanggan outlet kita, caranya dengan memperluas wilayah promosi. Bagaimana kita akan mendapatkan prospek baru jika mereka tidak mengenal produk kita. Maka dari itu biaya promosi memang harus dianggarkan setiap bulan. Di dalam analisa pengembalia modal waktu pertama kali dipresentasikan Amazy, ditetapkan biaya promosi 3% dari omzet, misalnya omzet 50 juta sebulan berarti biaya promosi yang harus kita anggarkan adalah 1,5 juta. Jangan berpikir 1,5 juta itu sebagai beban, tapi kita anggap sebagai investasi untuk mendatangkan pelanggan baru. Dengan kita mengeluarkan biaya 1,5 juta; kita harus mendapatkan kenaikan omzet misalnya 10% dari omzet bulan sebelumnya. Sehingga biaya yang kita keluarkan tersebut bisa kita dapatkan kembali.
2.    Tingkatkan jumlah tamu yang datang ke outlet kita. Jika kita punya pengunjung 500 orang setiap bulan, coba tingkatkan menjadi 550 orang atau 10% dari bulan sebelumnya setiap bulan. Caranya bisa dengan program member get member
3.    Tingkatkan daya beli rata-rata setiap tamu. Jika biasanya rata-rata pembelian setiap tamu adalah Rp 20.000, usahakan agar rata-rata pembeliannya menjadi Rp 22.000,- atau naik 10%. Ini bisa dilakukan kalau kasir aktif dalam up-selling. Jangan biarkan kasir di outlet kita hanya pasif. Ingat extra selling = extra income.
4.    Tingkatkan siklus pembelian dari setiap pelanggan. Jika biasanya pelanggan datang ke outlet kita hanya 1 minggu sekali, buat mereka datang 1 minggu 2x.

Ilustrasinya seperti ini :
Omzet bulan Januari Rp 50 juta
Rata-rata pembelian per orang Rp 20.000
Jadi jumlah pembeli per bulan = 2.500 orang

Untuk meningkatkan jumlah penjualan, masing-masing variable kita tingkatkan 10%:
Naikkan rata-rata pembelian 10%, menjadi Rp 22.000/orang
Naikkan jumlah pengunjung 10%, menjadi 2.750 orang/bulan
Maka omzetnya akan naik menjadi = 2.750 orang x Rp 22.000 = Rp 60.500.000 per bulan
Dengan berusaha meningkatkan jumlah pengunjung dan meningkatkan jumlah pembelian per pengunjungnya 10% saja, maka omzet secara keseluruhan naik 21% dari omzet bulan sebelumnya.

Jika hanya 1 variabel saja yang bisa tercapai, misalnya karena kasir terus aktif meningkatkan jumlah pembelian maka ilustrasinya seperti ini:
Omzet = 2.500 orang x Rp 22.000/orang/pembelian = Rp 55.000.000 per bulan, atau naik 10% dari omzet bulan sebelumnya

Kalau kasir di outlet kita berusaha semaksimal mungkin, kenaikan 10% dari rata-rata pembelian per pengunjung tidak akan sulit. Misalnya dengan cara menawarkan minuman jus, menu potatoes atau minuman lainnya.
...
more »

SEMUT LAWAN GAJAH

Kekhawatiran pemain franchise lokal sekarang adalah semakin longgarnya perijinan bagi franchise dari luar negeri baik dengan merek-merek yang sudah mendunia maupun merek-merek yang kuat di negaranya masing-masing yang saat ini sudah mulai tumbuh menjamur di kota-kota besar di Indonesia. Hal ini tentu saja menjadi ancaman tersendiri bagi pemain franchise lokal, karena mau tidak mau harus berebut pasar di Indonesia yang tipe konsumennya bangga dengan produk asing.

...
more »

KUNCI SUKSES AMAZY ADALAH MENGEMBANGKAN BISNIS MITRANYA MENCAPAI SUKSES

Salah satu kunci keberhasilan bisnis franchise adalah kemampuan mengembangkan jaringan kemitraan yang luas dan kuat. Dengan begitu, sang franchisor bisa melakukan sinergi bisnis yang solid dengan para mitra bisnisnya. Namun sangat disayangkan, tidak banyak perusahaan franchise yang menyadari pentingnya membangun sinergi bisnis dengan mitranya. Umumnya, mereka hanya ingin cepat meraup keuntungan cepat dari mitra bisnisnya. Walhasil, karena hanya meraup keuntungan jangka pendek, jaringan bisnisnya pun tidak berumur panjang.

Padahal, landasan utama sebuah bisnis adalah meraih keuntungan jangka panjang. Hal itu tidak akan terwujud jika masing-masing pihak tidak sama-sama membangun sinergi positif dibarengi dengan kejujuran dan komitmen yang tinggi dalam menjalankan usaha bersama. Hal itulah yang terus diupayakan PT Magfood Inovasi Pangan dan PT Magfood Amazy Internasinal dalam membangun dam membimbing mitra bisnisnya mencapai sukses.

Sejak pertama menjual franchise di tahun 2003, PT MagFood Inovasi Pangan dan PT MagFood Amazy Internasional mengembangkan konsep bisnis kemitraan dengan komitmen yang tinggi berdasarkan prinsip nilai dan kejujuran yang merupakan modal utama sehingga bisnis ini bisa semakin besar dan kuat serta mendapatkan kepercayaan dari para mitra usahanya.

Dari evaluasi manajemen Amazy, keberhasilan menjaring calon franchisee antara lain:
-    Referensi dari franchisee existing. Kekuatan word of mouth sangat berperan di sini. Franchisee merasa puas dengan kinerja manajemen Amazy sehingga mereferensikan kepada keluarga, teman atau relasi bisnisnya
-    Melihat kinerja outlet Amazy di suatu gerai, dilanjutkan dengan mencari informasi lewat internet yang menyatakan Amazy merupakan konsep usaha franchise. Setelah mencari informasi via internet, dilanjutkan dengan komunikasi langsung ke Amazy pusat menanyakan teknis pelaksanaan menjadi mitra Amazy
-    Melihat dari berbagai kegiatan promosi seperti iklan di media, artikel, pameran, dll  yang mengupas bisnis franchisee yang saat ini berkembang pesat. Walaupun dalam pameran seringkali tingkat keberhasilan menjaring calon franchisee tidak terlalu besar, tetapi penting untuk ikutserta untuk membangun brand awareness ke masyarakat.

Belajar dari pengalaman masa lalu, saat ini manajemen Amazy sangat selektif dalam memilih calon mitra usaha dan fokus pada segmen tertentu sesuai dengan nilai investasi yang ditawarkan. Selain itu juga konsep outletnya dibuat lebih representatif dengan model mini resto dan berkonsep manajemen modern tapi tepat guna agar tetap bisa menekan biaya.

Sehingga hanya calon franchisee yang benar-benar serius saja dan sesuai segmentasi yang dituju yang akan  mengajukan menjadi mitra. Seleksi calon mitra dievaluasi dari 2 aspek antara lain aspek pribadi calon mitra usaha. Calon mitra harus mempunyai mental yang tanggung, tidak cepat menyerah, siap menghadapi resiko dengan perhitungan. Selain itu juga harus mempunyai minat (passion) di bisnis makanan, serta mau terlibat langsung dalam operasional, dan mau mengalokasikan waktunya untuk memonitor usaha dan satu lagi, yaitu mempunyai dana yang cukup.

Aspek kedua adalah soal lokasi. Lokasi yang diajukan harus sesuai dengan target market Amazy, potensi pasarnya mencukupi, daya beli masyarakat sesuai harga jual produk, strata ekonomi kelas B, akses ke lokasi mudah dan gampang terlihat serta tersedia tempat parkir yang cukup.

Jika hasil evaluasi dari kedua aspek tersebut terpenuhi dengan nilai minimal B atau cukup, baru manajemen Amazy bisa menyetujui permintaan dari calon mitra usaha dengan memberikan catatan-catatan yang harus dijalankan calon mitra usaha agar bisa memaksimalkan potensi lokasi. Dengan demikian,  sang mitra bisa mencapai target penjualan yang diinginkan.

Untuk mendapatkan mitra usaha yang tepat manajemen Amazy memiliki kiat-kiat khusus. Antara lain jujur, punya visi dan misi yang sama, tekun, mau terjun langsung dalam operasional, menyukai bisnisnya, dan kompeten dalam menjalankan usaha serta mengikuti SOP dari pemilik merek. Selama menjalankan bisnis franchise ini, memang tidak semua mitra usaha Amazy sukses sesuai harapan, ada juga yang gagal sekitar 10% dari total mitra usaha.

Meskipun begitu, sejauh ini tidak menimbulkan perselisihan antara pemilik merek dengan mitra usahanya, karena dari manajemen Amazy selalu menyampaikan, bahwa bisnis franchise sama dengan bisnis lainnya yang punya resiko gagal jika tidak dikelola dengan baik. Jika ada franchisee yang belum berhasil, franchisor berusaha mencarikan solusi seperti pengambilalihan operasional dengan cara bagi hasil maupun mencarikan investor yang mau mengambil alih gerainya.
...
more »

KUNCI SUKSES BISNIS FRANCHISE

Dalam menjalankan bisnis franchise ini, ada beberapa kunci sukses yang bisa dibagi untuk para pemain franchise maupun para franchisee. Yang pertama tentu saja dari sisi pemilik merek atau franchisor. Merek yang diwaralabakan haruslah yang mempunyai produk yang unik dan tidak gampang ditiru. Dengan produk unik dan tidak gampang ditiru maka persaingan tidak terlalu tinggi.

...
more »

KREATIF & INOVATIF : KUNCI SUKSES WIRAUSAHA

Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif dari sang wirausaha biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama saja membawa bisnis ke arah kematian.
Pemahaman kreatif dan inovatif sering kali dipertukarkan satu sama lain. Menurut Zimmerer dkk (2009) kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Selanjutnya Ted Levitt (dalam Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreatifitas memikirkan hal-hal baru dan inovasi mengerjakan hal-hal baru. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif adalah mubazir karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
Semua bisnis yang maju dan berkembang hingga kini berpangkal pada upaya kreatif dan inovatif. Banyak restoran waralaba asing yang telah mengglobal dan berdiri sejak puluhan tahun yang lalu selalu menunjukkan karakter ini. Sepertinya begitu mudah dan sederhana. Tetapi banyak wirausaha yang abai ketika bisnis telah dirasakan mencapai tingkat kemapanan. ...
more »

MENGAMATI MUTU VISUAL DAGING AYAM

Pada industri pengolahan daging ayam, quality control terhadap bahan baku yang masuk harus dilakukan secara ketat. Banyak parameter yang dapat dilihat, diantaranya adalah penampakan (warna), tekstur dan flavor. Ketiga faktor tersebut bisa menggambarkan kualitas bahan baku ayam yang akan diolah.

Di tingkat ritel, seringkali banyak konsumen tertipu dengan mutu produk yang dibelinya. Hal ini dikarenakan mereka biasanya membeli produk dengan pengamatan yang sepintas. Sebenarnya bukan tidak mungkin untuk mengetahui tingkat mutu daging ayam hanya dengan pengamatan visual, karena pada dasarnya perubahan yang terjadi akan tergambar dalam fisik daging ayam. Namun tetap saja jika ingin mengetahui lebih dalam, diperlukan tingkat pengujian yang lebih kompleks dan teliti, misalnya mengenai residu antibiotik, kandungan mikroba, serta komposisi kimia. Secara visual, kualitas daging ayam dapat dinilai dari penampakan (warna), tekstur dan flavornya. Berikut akan dibahas mengenai ketiga parameter tersebut.

Penampakan
Cara termudah untuk mengetahui mutu daging adalah melalui penampakan warnanya. Kesegaran daging ayam dapat diamati dari parameter ini. Daging ayam sangat unit, karena memiliki perbedaan warna yang mencolok (white and dark meat) Warna normal breast meat dalam knidisi mentah adalah pink pucat, sedangkan paha dan lengam memiliki warna merah gelap. Adakalanya, terjadi penyimpangan warna. Ha tersebut patut diwaspadai karena dapat menimbulkan masalah mutu yang serius.
Warna daging ayam dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain umur, jenis kelamin, strain, pakan, lemak, intramuskular, kandungan air, kondisi sebelum disembelih, hingga pengolahan. Warna daging sangat bergantung kepada keberadaan pigmen myoglobin dan hemoglobin. Perubahan warna terjadi karena jumlah pigmen tersebut berkurang atau mengalami perubahan bentuk kimia.
Contoh penyebab terjadinya perubahan warna diantaranya adalah lingkungan yang ekstrim ataupun penanganan yang buruk pada ayam, sehingga mengakibatkan stress. Selain itu, bisa juga akibat memar yang ditandai dengan pembentukan gumpalan darah pada daerah tertentu.

Tekstur
Tekstur merupakan salah satu parameter mutu yang cukup penting pada saat daging ayam dikonsumsi. Ketika hewan telah mati, darah akan berhenti bersirkulasi, sehingga tidak ada supply oksigen dan nutrisi pada otot. Tanpa keduanya, otot akan berusaha memenuhi kebutuhan energinya dan akan menjadi keras, yang sering disebut dengan rigor mortis. Kemudian otot akan kembali menjadi lunak. Apapun yang mempengaruhi terjadinya rigor mortis ataupun pelunakan kembali tersebut, peristiwa ini akan mempengaruhi keempukan daging. Contohnya adalah ketika ayam mengalami stress. Otot akan kehilangan energi lebih cepat dan rigor mortis akan terjadi lebih cepat pula. Hal tersebut akan mengakibatkandaging akan menjadi lebih keras (liat). Peristiwa ini juga terjadi jika terjadi pre slaughter tunning yang tinggi, serta waktu scaling yang lebih lama atau suhunya yang terlalu tinggi.

Flavor (aroma & rasa)
Flavor adalah salah satu atribut mutu yang paling mudah digunakan. Baik produsen maupun konsumen dapat mengetahui terjadinya perubahan mutu dari aroma dan rasa yang ditimbulkan. Ketika daging ayam dimasak, flavor yang terbentuk berasal dari reaksi antara gula dan asam amino, lemak, oksidasi termal, dan degradasi tiamin. Komposi terjadinya reaksi tersebut sangat unik, sehingga bisa menghasilkan flavor khas. Perubahan karakter flavor akan berubah, jika bahan baku yang digunakan, proses pengolahan, ataupun kondisi lingkungan menyebabkan kerusakan pada salah satu komponen tersebut. Akibatnya, flavor unik tersebut akan menjadi “aneh” dan tidak disukai.

...
more »

POP dan POD: Serupa Tapi Tak Sama

POP menjadi sesuatu yang harus dipenuhi oleh pemasar agar produknya dapat diterima oleh konsumen. POD menjadi kekuatan bagi suatu produk agar tampak berbeda walaupun berada pada kategori yang sama di antara sekian banyak merek yang beredar. Mengapa konsumen memandang bahwa fried chicken McD berbeda dengan KFC?>...
more »

Merek adalah Segalanya

Seorang member MRC berkisah. Suatu hari ia mengajukan penawaran ke sebuah sekolah ternama untuk bekerja sama dalam penyediaan konsumsi perhelatan khusus. Penawaran itu pun bersambut. Setelah diberikan sampel makanan yang akan disajikan, pihak sekolah memberikan “sinyal-sinyal” positif....
more »

Cinta Tanpa Syarat

Untuk sukses kita harus punya cinta, yakni cinta tanpa syarat

Ada seorang pemuda yang telah dikirim menjadi prajurit dalam sebuah peperangan. Setelah sekian lama bertempur di medan perang, pemuda itu, akhirnya, diperbolehkan pulang. Sebelum kembali ke kampung halamannya, ia menelepon terlebih dulu kepada kedua orang tuanya.

...
more »