Bilingual 


FRANCHISE BAGI HASIL MUDHARABAH

Hikmah disyariatkan akad kerjasama Mudharabah

Islam mensyariatkan akad kerja sama Mudharabah untuk memudahkan orang, karena sebagian mereka memiliki harta namun tidak mampu mengelolanya dan disana ada juga orang yang tidak memiliki harta namun memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkannya. Maka Syariat membolehkan kerja sama ini agar mereka bisa saling mengambil manfaat diantara mereka. Pemilik modal memanfaatkan keahlian Mudhorib (pengelola) dan Mudhorib memanfaatkan harta dan dengan demikian terwujudlah kerja sama harta dan amal. Allah tidak mensyariatkan satu akad kecuali untuk mewujudkan kemaslahatan dan menolak kerusakan. (Lihat Fiqhus Sunnah, karya Sayyid Sabiq (hlm.221)).

Di dalam kerjasama bagi hasil ini, pihak investor atau pemilik modal hanya berperan sebagai pengawas dan melakukan pembinaan tanpa terjun langsung dalam operasional usaha. Jadi semua operasional usaha dilakukan oleh manajemen Amazy. Hal ini juga menjadi solusi buat para calon franchisee yang tidak punya waktu untuk mengelola usahanya. Hal ini sudah pasti menjadi kelebihan bagi pemilik modal, karena pemilik modal tanpa harus bekerja akan mendapatkan passive income.

Manajemen Amazy sebagai pengelola akan memberikan laporan kerja dan laporan keuangan kepada pemilik modal secara rutin, sehingga pemodal dapat mengetahui perkembangan usahanya. 

Dari sisi keuangan, seluruh biaya pendirian outlet mulai dari sewa tempat, renovasi, peralatan dan modal kerja, semua ditanggung oleh investor/pemilik modal. Nilainya akan dibuatkan rincian secara riil dana dikeluarkan.

Dari keuntungan usaha setiap bulan akan disetorkan kepada investor hingga tercapai pengembalian modal awal investasi pendirian 1 gerai atau Return on Investment (ROI). Setelah tercapai ROI atau banyak orang mengistilhakan dengan BEP, baru diadakan bagi hasil dari keuntungan per bulan. Misalnya pendirian 1 outlet membutuhkan dana 300 juta. Setelah outlet beroperasi, per bulan mendapatkan keuntungan 15 juta, maka keuntungan usaha selama 20 bulan akan disetorkan kepada investor. Baru pada bulan ke 21, ada pembagian hasil dari keuntungan per bulan. Prosentase bagi hasil disekapakai kedua belah pihak. Untuk outlet yang baru didirikan, bagi hasilnya untuk investor 45%, untuk pengelola 45% dan untuk infaq fisabilillah sebesar 10%. Jadi dari keuntungan 15 juta per bulan, bagi hasilnya: untuk investor Rp 6,75 juta, untuk pengelola Rp 6,75 juta dan untuk infaq 1,5 juta.

KOMENTAR