Home Articles

Articles

SEMUT LAWAN GAJAH

Monday, 05 December 2011 06:12

Kekhawatiran pemain franchise lokal sekarang adalah semakin longgarnya perijinan bagi franchise dari luar negeri baik dengan merek-merek yang sudah mendunia maupun merek-merek yang kuat di negaranya masing-masing yang saat ini sudah mulai tumbuh menjamur di kota-kota besar di Indonesia. Hal ini tentu saja menjadi ancaman tersendiri bagi pemain franchise lokal, karena mau tidak mau harus berebut pasar di Indonesia yang tipe konsumennya bangga dengan produk asing.

Read more: SEMUT LAWAN GAJAH

 

KUNCI SUKSES AMAZY ADALAH MENGEMBANGKAN BISNIS MITRANYA MENCAPAI SUKSES

Friday, 21 October 2011 08:48

Salah satu kunci keberhasilan bisnis franchise adalah kemampuan mengembangkan jaringan kemitraan yang luas dan kuat. Dengan begitu, sang franchisor bisa melakukan sinergi bisnis yang solid dengan para mitra bisnisnya. Namun sangat disayangkan, tidak banyak perusahaan franchise yang menyadari pentingnya membangun sinergi bisnis dengan mitranya. Umumnya, mereka hanya ingin cepat meraup keuntungan cepat dari mitra bisnisnya. Walhasil, karena hanya meraup keuntungan jangka pendek, jaringan bisnisnya pun tidak berumur panjang.

Padahal, landasan utama sebuah bisnis adalah meraih keuntungan jangka panjang. Hal itu tidak akan terwujud jika masing-masing pihak tidak sama-sama membangun sinergi positif dibarengi dengan kejujuran dan komitmen yang tinggi dalam menjalankan usaha bersama. Hal itulah yang terus diupayakan PT Magfood Inovasi Pangan dan PT Magfood Amazy Internasinal dalam membangun dam membimbing mitra bisnisnya mencapai sukses.

Sejak pertama menjual franchise di tahun 2003, PT MagFood Inovasi Pangan dan PT MagFood Amazy Internasional mengembangkan konsep bisnis kemitraan dengan komitmen yang tinggi berdasarkan prinsip nilai dan kejujuran yang merupakan modal utama sehingga bisnis ini bisa semakin besar dan kuat serta mendapatkan kepercayaan dari para mitra usahanya.

Dari evaluasi manajemen Amazy, keberhasilan menjaring calon franchisee antara lain:
-    Referensi dari franchisee existing. Kekuatan word of mouth sangat berperan di sini. Franchisee merasa puas dengan kinerja manajemen Amazy sehingga mereferensikan kepada keluarga, teman atau relasi bisnisnya
-    Melihat kinerja outlet Amazy di suatu gerai, dilanjutkan dengan mencari informasi lewat internet yang menyatakan Amazy merupakan konsep usaha franchise. Setelah mencari informasi via internet, dilanjutkan dengan komunikasi langsung ke Amazy pusat menanyakan teknis pelaksanaan menjadi mitra Amazy
-    Melihat dari berbagai kegiatan promosi seperti iklan di media, artikel, pameran, dll  yang mengupas bisnis franchisee yang saat ini berkembang pesat. Walaupun dalam pameran seringkali tingkat keberhasilan menjaring calon franchisee tidak terlalu besar, tetapi penting untuk ikutserta untuk membangun brand awareness ke masyarakat.

Belajar dari pengalaman masa lalu, saat ini manajemen Amazy sangat selektif dalam memilih calon mitra usaha dan fokus pada segmen tertentu sesuai dengan nilai investasi yang ditawarkan. Selain itu juga konsep outletnya dibuat lebih representatif dengan model mini resto dan berkonsep manajemen modern tapi tepat guna agar tetap bisa menekan biaya.

Sehingga hanya calon franchisee yang benar-benar serius saja dan sesuai segmentasi yang dituju yang akan  mengajukan menjadi mitra. Seleksi calon mitra dievaluasi dari 2 aspek antara lain aspek pribadi calon mitra usaha. Calon mitra harus mempunyai mental yang tanggung, tidak cepat menyerah, siap menghadapi resiko dengan perhitungan. Selain itu juga harus mempunyai minat (passion) di bisnis makanan, serta mau terlibat langsung dalam operasional, dan mau mengalokasikan waktunya untuk memonitor usaha dan satu lagi, yaitu mempunyai dana yang cukup.

Aspek kedua adalah soal lokasi. Lokasi yang diajukan harus sesuai dengan target market Amazy, potensi pasarnya mencukupi, daya beli masyarakat sesuai harga jual produk, strata ekonomi kelas B, akses ke lokasi mudah dan gampang terlihat serta tersedia tempat parkir yang cukup.

Jika hasil evaluasi dari kedua aspek tersebut terpenuhi dengan nilai minimal B atau cukup, baru manajemen Amazy bisa menyetujui permintaan dari calon mitra usaha dengan memberikan catatan-catatan yang harus dijalankan calon mitra usaha agar bisa memaksimalkan potensi lokasi. Dengan demikian,  sang mitra bisa mencapai target penjualan yang diinginkan.

Untuk mendapatkan mitra usaha yang tepat manajemen Amazy memiliki kiat-kiat khusus. Antara lain jujur, punya visi dan misi yang sama, tekun, mau terjun langsung dalam operasional, menyukai bisnisnya, dan kompeten dalam menjalankan usaha serta mengikuti SOP dari pemilik merek. Selama menjalankan bisnis franchise ini, memang tidak semua mitra usaha Amazy sukses sesuai harapan, ada juga yang gagal sekitar 10% dari total mitra usaha.

Meskipun begitu, sejauh ini tidak menimbulkan perselisihan antara pemilik merek dengan mitra usahanya, karena dari manajemen Amazy selalu menyampaikan, bahwa bisnis franchise sama dengan bisnis lainnya yang punya resiko gagal jika tidak dikelola dengan baik. Jika ada franchisee yang belum berhasil, franchisor berusaha mencarikan solusi seperti pengambilalihan operasional dengan cara bagi hasil maupun mencarikan investor yang mau mengambil alih gerainya.
   

KUNCI SUKSES BISNIS FRANCHISE

Wednesday, 05 October 2011 00:00

Dalam menjalankan bisnis franchise ini, ada beberapa kunci sukses yang bisa dibagi untuk para pemain franchise maupun para franchisee. Yang pertama tentu saja dari sisi pemilik merek atau franchisor. Merek yang diwaralabakan haruslah yang mempunyai produk yang unik dan tidak gampang ditiru. Dengan produk unik dan tidak gampang ditiru maka persaingan tidak terlalu tinggi.

Read more: KUNCI SUKSES BISNIS FRANCHISE

   

KREATIF & INOVATIF : KUNCI SUKSES WIRAUSAHA

Sunday, 05 July 2009 05:38

Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif dari sang wirausaha biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama saja membawa bisnis ke arah kematian.
Pemahaman kreatif dan inovatif sering kali dipertukarkan satu sama lain. Menurut Zimmerer dkk (2009) kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Selanjutnya Ted Levitt (dalam Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreatifitas memikirkan hal-hal baru dan inovasi mengerjakan hal-hal baru. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif adalah mubazir karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
Semua bisnis yang maju dan berkembang hingga kini berpangkal pada upaya kreatif dan inovatif. Banyak restoran waralaba asing yang telah mengglobal dan berdiri sejak puluhan tahun yang lalu selalu menunjukkan karakter ini. Sepertinya begitu mudah dan sederhana. Tetapi banyak wirausaha yang abai ketika bisnis telah dirasakan mencapai tingkat kemapanan. Kreatifitas dan inovasi mungkin dapat dipandang sebagai upaya yang mengganggu keseimbangan yang telah tercipta.
Kreatif dan inovatif dapat diterapkan secara sederhana. Kuncinya adalah kepekaan dalam mencium peluang dan kemampuan membaca pasar. Seorang member MRC misalnya. Ketika pelanggan sudah mulai jenuh dengan fried chicken, ia melihat masih ada peluang lain yang dapat dikembangkan. Berhubung gerainya ada di kantin sekolah, ia mencoba memahami selera siswa. Kebanyakan siswa suka bumbu keju. Ia memiliki ide bagaimana kalau keju digabung dengan ayam. Pemikiran kreatif ini kemudian dikembangkan menjadi produk yang dinamai: cheesy chicken. Hasilnya lumayan bagus. Setelah tes pasar dan dijual terbatas, pelanggan begitu menyukai menu ini. Pelanggan selalu mencari-cari dan selalu terjual habis.
Pemikiran kreatif dan pengembangan ide memang tidak mudah. Contoh sederhana tadi terjadi dalam waktu yang tak terduga. Mengalir seperti air. Tetapi Zimmerer (2009) menegaskan bahwa kreatifitas dapat diajarkan dan kreatifitas individual dapat ditingkatkan. Caranya? Ia menguraikan 11 cara untuk meningkatkan kreatifitas individual yaitu:
1. Beri kesempatan diri Anda menjadi kreatif.
Berani untuk berpikir kreatif tanpa takut dibilang bodoh oleh orang lain. Ide-ide cemerlang biasanya lahir dari hal-hal yang mungkin dianggap bodoh dan tak berarti.
2. Beri pikiran Anda masukan segar setiap hari.
Agar kreatif, otak perlu distimulasi dengan hal-hal baru yang variatif. Mendengarkan radio dan berganti-ganti setiap hari, mendengarkan beraneka ragam jenis musik atau melakukan hal-hal lain yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.
3. Amati berbagai produk dan jasa perusahaan lainnya, terutama yang berada dalam pasar yang benar-benar berbeda.
Tidak ada salahnya meminjam ide perusahaan lain, kemudian mengembangkan menjadi inovasi yang brilian.
4. Sadari kekuatan kreatif dari kesalahan.
Orang bijak mengatakan agar kita selalu belajar dari kesalahan yang diperbuat. Orang kreatif mengatakan kita dapat memperoleh ide dari kesalahan yang kita buat. Kisah Charles Goodyear menunjukkan hal tersebut. Setelah bekerja selama lima tahun untuk memformulasikan kombinasi karet, belerang dan timah putih, pada malam yang dingin tahun 1839, tanpa sengaja Charles menumpahkan sedikit campuran tersebut pada kompor kerjanya. Campuran tersebut meleleh membentuk senyawa baru yang selama ini dicari-cari!
5. Bawalah selalu buku harian untuk mencatat pikiran dan ide Anda.
Ide-ide kreatif kadang muncul tanpa disengaja dan di waktu yang tak terduga. Daripada cepat terlupa, ada baiknya membawa buku kecil untuk mencatat ide-ide yang mungkin akan muncul tiba-tiba.
6. Dengarkan orang lain.
Ide tidak selalu datang dari diri kita sendiri. Ide dapat datang dari orang lain atau bahkan kompetitor kita sendiri. Jadi selalu dengarkan orang lain karena mungkin ia akan menghadirkan ide cemerlang buat kita.
7. Dengarkan apa kata pelanggan.
Mendengarkan pelanggan wajib hukumnya. Mereka mengkonsumsi produk kita dan sekaligus menjadi sumber ide yang tiada habisnya.
8. Berbicara dengan anak kecil.
Anak-anak tidak membatasi pemikiran mereka. Mereka begitu bebas mengungkapkan kreatifitas mereka tanpa batas. Mereka dapat menjadi sumber ide yang berharga.
9. Simpan kotak mainan di kantor Anda.
Mainan-mainan kecil seperti yoyo, gasing dan lain-lain dapat menjadi sumber inspirasi. Ketika sedang bingung, Anda dapat mengambil satu dan memikirkan bagaimana benda tersebut berkaitan dengan masalah Anda.
10. Baca buku mengenai cara merangsang kreatifitas dan mengambil kursus kreatifitas.
Memahami prinsip-prinsip kreatifitas akan sangat membantu meningkatkan kemampuan kreatif kita.
11. Luangkan waktu Anda.
Sesekali luangkan waktu untuk berelaksasi, melepaskan diri dari rutinitas sejenak. Ide-ide baru bisa muncul ketika otak kita tidak dalam keadaan tegang.

Akhirnya menjadi kreatif dan inovatif adalah wajib hukumnya bagi wirausaha tanpa terkecuali termasuk Anda, member MRC dan MA. Inilah kunci sukses. Tanpa kedua karakteristik ini, bisnis akan mandeg dan “pintu” akan tertutup karena kuncinya tidak Anda miliki. Ayo kita buktikan!

*) Bapak Franky Slamet, dosen di salah satu universitas terkemuka di Jakarta, member MRC di Sekolah Dian Harapan, Sekolah Kristophorus dan Sekolah Tiara Kasih Cengkareng

   

MENGAMATI MUTU VISUAL DAGING AYAM

Sunday, 05 July 2009 05:36

Pada industri pengolahan daging ayam, quality control terhadap bahan baku yang masuk harus dilakukan secara ketat. Banyak parameter yang dapat dilihat, diantaranya adalah penampakan (warna), tekstur dan flavor. Ketiga faktor tersebut bisa menggambarkan kualitas bahan baku ayam yang akan diolah.

Di tingkat ritel, seringkali banyak konsumen tertipu dengan mutu produk yang dibelinya. Hal ini dikarenakan mereka biasanya membeli produk dengan pengamatan yang sepintas. Sebenarnya bukan tidak mungkin untuk mengetahui tingkat mutu daging ayam hanya dengan pengamatan visual, karena pada dasarnya perubahan yang terjadi akan tergambar dalam fisik daging ayam. Namun tetap saja jika ingin mengetahui lebih dalam, diperlukan tingkat pengujian yang lebih kompleks dan teliti, misalnya mengenai residu antibiotik, kandungan mikroba, serta komposisi kimia. Secara visual, kualitas daging ayam dapat dinilai dari penampakan (warna), tekstur dan flavornya. Berikut akan dibahas mengenai ketiga parameter tersebut.

Penampakan
Cara termudah untuk mengetahui mutu daging adalah melalui penampakan warnanya. Kesegaran daging ayam dapat diamati dari parameter ini. Daging ayam sangat unit, karena memiliki perbedaan warna yang mencolok (white and dark meat) Warna normal breast meat dalam knidisi mentah adalah pink pucat, sedangkan paha dan lengam memiliki warna merah gelap. Adakalanya, terjadi penyimpangan warna. Ha tersebut patut diwaspadai karena dapat menimbulkan masalah mutu yang serius.
Warna daging ayam dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain umur, jenis kelamin, strain, pakan, lemak, intramuskular, kandungan air, kondisi sebelum disembelih, hingga pengolahan. Warna daging sangat bergantung kepada keberadaan pigmen myoglobin dan hemoglobin. Perubahan warna terjadi karena jumlah pigmen tersebut berkurang atau mengalami perubahan bentuk kimia.
Contoh penyebab terjadinya perubahan warna diantaranya adalah lingkungan yang ekstrim ataupun penanganan yang buruk pada ayam, sehingga mengakibatkan stress. Selain itu, bisa juga akibat memar yang ditandai dengan pembentukan gumpalan darah pada daerah tertentu.

Tekstur
Tekstur merupakan salah satu parameter mutu yang cukup penting pada saat daging ayam dikonsumsi. Ketika hewan telah mati, darah akan berhenti bersirkulasi, sehingga tidak ada supply oksigen dan nutrisi pada otot. Tanpa keduanya, otot akan berusaha memenuhi kebutuhan energinya dan akan menjadi keras, yang sering disebut dengan rigor mortis. Kemudian otot akan kembali menjadi lunak. Apapun yang mempengaruhi terjadinya rigor mortis ataupun pelunakan kembali tersebut, peristiwa ini akan mempengaruhi keempukan daging. Contohnya adalah ketika ayam mengalami stress. Otot akan kehilangan energi lebih cepat dan rigor mortis akan terjadi lebih cepat pula. Hal tersebut akan mengakibatkandaging akan menjadi lebih keras (liat). Peristiwa ini juga terjadi jika terjadi pre slaughter tunning yang tinggi, serta waktu scaling yang lebih lama atau suhunya yang terlalu tinggi.

Flavor (aroma & rasa)
Flavor adalah salah satu atribut mutu yang paling mudah digunakan. Baik produsen maupun konsumen dapat mengetahui terjadinya perubahan mutu dari aroma dan rasa yang ditimbulkan. Ketika daging ayam dimasak, flavor yang terbentuk berasal dari reaksi antara gula dan asam amino, lemak, oksidasi termal, dan degradasi tiamin. Komposi terjadinya reaksi tersebut sangat unik, sehingga bisa menghasilkan flavor khas. Perubahan karakter flavor akan berubah, jika bahan baku yang digunakan, proses pengolahan, ataupun kondisi lingkungan menyebabkan kerusakan pada salah satu komponen tersebut. Akibatnya, flavor unik tersebut akan menjadi “aneh” dan tidak disukai.

   

Page 1 of 2